Memanfaatkan Dinamo Sprayer Bekas dan Drum Plastik untuk Semprotan Portable 100 Meter
Capek harus selalu gendong tangki sprayer, aku coba niruin orang yang udah duluan buat. Kebetulan ada dinamo bekas sprayer elektrik adik yang ga kepake.
Halo kawan-kawan petani. Menyiangi gulma atau memupuk pohon kopi di medan perbukitan seperti di Bukit Kabut Sedingin, Jambi ini memang menguras fisik kalau harus terus-terusan menggendong tangki di punggung.
Sambil seruput kopi hangat di pondok, kali ini aku mau berbagi ide akal-akalan kreatif yang baru saja aku uji coba di kebun.
Ini bukan untuk hemat biaya sih ya, tapi lebih ke Biar Ga Capek Banget.
Kalau mau baca versi ceritanya, silahkan klik : Bikin Sprayer Portable
Dari pada membeli mesin pompa air steam yang mahal, pake BBM juga mahal. Aku mencoba meniru petani kreatif.
Bongkar tangki sprayer elektrik lama milik adik saya yang sudah tidak terpakai karena tekanannya kurang (versi adik saya itu).
Lalu mencopot dinamo pompa di dalamnya. Ternyata caranya tidak membingungkan sama sekali, cukup buka sekrup bagian bawah tangki lalu lepas sambungannya. Di bagian dinamo juga sudah ada tanda yang jelas: kabel merah untuk kutub positif (+) dan kabel hijau untuk negatif (-).
Bermodalkan dinamo bekas tersebut, aku memadukannya dengan beberapa komponen pendukung:
Aki Basah Motor:
Saya pakai merk Yuasa tipe 12N10-3B (12V 10Ah). Kapasitasnya lumayan besar sehingga dinamo bisa menyala non-stop lebih lama.Drum Plastik Bekas:
Aku pakai drum bekas wadah minyak goreng curah. Berbahan plastik tebal, bebas karat, dan yang paling penting, ringan.Selang Panjang:
Aku pakai ukuran 2 x 50 meter (total 100 meter).
Pengalaman dan Kendala di Lapangan
Sistem ini sepenuhnya ditaruh di atas tanah. Dinamo bekas sprayer ini terbukti masih sangat tangguh mendorong air melewati selang sepanjang 100 meter asalkan akinya belum lowbat.
Kendala utamanya hanya saat musim hujan. Di kebun yang masih ngandelin panel surya, tentu ini masalah besar.
Solusinya aku bawa juga panel Surya nya ke kebun, langsung cas sambil pake.
Sebenarnya ini nggak direkomendasikan, tapi namanya juga keadaan.
Kendala sampingan, persediaan air.
Bak air penampung hujan menggunakan terpal 3 x 2 Meter hanya bisa untuk mengisi drum 2 x. Jadi sering mindahin drum dan menata ulang sambungan selang.
Solusinya, karena kebunku nggak datar, aku meletakkan drum di dekat bak di tengah kebun. Dari bak yang atas bisa dialirkan dengan selang.
-
Kendala tambahan, selang sering tersangkut dan harus sabar balik lagi ke putaran selang.
Solusi: Sabar..
Hal-hal yang perlu di perhatikan:
- Saringan atas drum. Aku menggunakan bekas kelambu lapis dua, dibingkai pakai bilah bambu.
- Saringan selang sedot. Aku menggunakan saringan yang ada di stik dekat pencetan.
- Kalau kabel dinamo ke aki nya di sambung. Pastikan kabelnya serabut dan lumayan besar. Karena kalau kecil, tekor apinya, dinamonya kekurangan api, dan bisa bikin kabel kecilnya kebakar.
- Ikat selang ke pohon biar pas selang di tarik nggak ikut narik dinamo.
- Kalau sedot pake selang lewat atas drum, pancing dulu airnya dengan tutup buka pengeluaran di dinamo. Kalau sudah keluar, baru pasang selang panjangnya.
- Selang stik elektrik itu pas untuk sambungan dinamo. Bisa potong 2, 1 untuk sambungan selang sedot, 1 untuk sambungan selang semprot.
- Stik sprayer elektrik itu biasanya 2 sambungan. Nah, stik sambungannya itu pas untuk sambungan ke selang steam.
- Stik yang pangkal itu bisa disambungkan ke dinamo.
- Selang stik sprayer elektrik juga pas untuk disambung langsung ke selang steam.
- 1 drum air untuk 1 liter herbisida (kira-kira 66 CC per tangki 16 L).
Tips Tambahan untuk Kawan Petani:
Gunakan aki yang Deep Cycle:
Karena aki seperti yang aku pake itu sebenarnya aki starter. Kurang tepat untuk mengalirkan arus secara terus-menerus dalam jangka waktu lama.
Untuk lebih jelasnya mengenai perbedaan aki starter vs aki deep cycle ini baca juga:
Lindungi dari Air
Kasih wadah, alas dan penutup.Pastikan sambungan kabelnya kencang
Biar nggak memercikkan api. Dan kalau ada sambungan yang perlu di bungkus, bungkus aja biar ga konslet dan nggak nge-ground.Kalau akinya aki basah
pastikan nggak mereng biar air akinya nggak rembes.
Semoga catatan kecil petani kopi ini bermanfaat dan bisa menjadi inspirasi. Kalau ada saran lain mohon berbagi juga biar punyaku bisa di upgrade.
Salam Ngopi..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan memberi pendapat, kritik dan saran. Siapa tau buah pikirmu adalah solusi kita bersama.