Logo Kalamintoena

Kalamintoena

Catatan Kecil Petani Kopi Bukit Kabut Sedingin - Jambi

Padahal Pernah Juara 1 Nasional di Dua Kota Besar

Kemarin pas jual kopi ke balai, hati saya agak nyesek.

14 karung Chery kopi merah, biji kering jadi 341 Kg dihargai Rp 55.000. Pulang ke pondok, sambil megang cangkir kopi panas, saya iseng browsing nyari tahu.

Biji Kopi Kering

Selama ini kita para petani kopi di  Bukit Sedingin seperti gula punya rasa manis, tapi kopi yang dapat nama.

Selalu menyanjung kopi dari daerah lain yang harga jual di sana emang agak tinggi banding kita. Tapi kita ggak sadar kalau tanah yang kita injak tiap hari ini menghasilkan kopi kelas dunia.

Ini bukan bualan warung kopi atau cerita fiksi pengantar tidur ya kawan. Saya nemu data resminya.

Hak Paten

Pada tanggal 20 Mei 2021 lalu, pemerintah lewat Kementerian Hukum dan HAM RI sudah mematenkan kopi kita dengan nama resmi

"Kopi Robusta Sumatera Merangin"

Hak paten ini—istilah kerennya Sertifikat Indikasi Geografis (IG)—diserahkan langsung di Muara Madras.

Artinya, daerah lain nggak boleh niru atau ngaku-ngaku. Hak itu cuma punya kita di 3 kecamatan, yaitu kecamatan Jangkat, Kecamatan Lembah Masurai, dan Kecamatan Jangkat Timur.

Kenapa negara sampai repot-repot mematenkan kopi kita?

Karena kopi kita yang tumbuh di ketinggian dingin sekitar komplek vulkanik Gunung Masurai ini punya rasa gurih cokelat yang mewah, beda sama robusta dataran rendah yang pahitnya beda unik.

Nggak cuma surat paten di atas kertas, kopi kita ini aslinya mental juara. Lewat Koperasi Cahaya Puncak Merangin, kopi Jangkat kita pernah dua kali bikin geger di dua kota yang bisa di bilang 'Lumayan Besar'.

  1. Tahun 2018, kopi olahan Full Wash kita menang Juara 1 Nasional di SCAI Expo Bali.
  2. Tahun 2019, giliran kopi olahan Honey Process kita yang menyabet Juara 1 Nasional di Bandung dengan skor rasa 82.42 dari juri internasional.

Jadi kalau dipikir-pikir, nyesek banget kan? Kopi yang dipuji-puji orang di Bali dan Bandung, yang sertifikatnya ditandatangani kementerian, di tingkat bawah harganya cuma mentok segitu.

Bandingkan dengan harga kopi dari daerah lain, Pagaralam misalnya, Curup, Kepahyang dan Lampung.

Bisa jadi karena kita sering jual asalan, petik pelangi, merah kuning hijau.

Bisa jadi sih ya kan, atau cuma alasan.

Bahkan sebelum Idul Fitri bulan Maret kemarin, hanya laku di Rp 45.000. Padahal kering bagus dan yah, resiko jual mepet lebaran mungkin.

Lewat Catatan Kecil Petani Kopi ini, saya cuma mau ngingetin diri sendiri dan kawan-kawan petani Jangkat Timur:

Jangan minder, kopi kita bukan kopi kampung sembarangan. Tapi kopi kampung beneran, yang berbuah di ketinggian lebih dari 800 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Mari seruput lagi kopinya, kawan. Kasih gula dikit biar ga terlalu pahit.

Fakta Hukum:

Secara resmi bernama "Kopi Robusta Sumatera Merangin".

Tanggal Resmi: Dokumen Sertifikat IG diserahkan oleh Kementerian Hukum dan HAM RI pada hari Kamis, 20 Mei 2021.

Lokasi & Batas Wilayah:

Penyerahan dokumen dilakukan di Gedung Serbaguna Desa Muara Madras, Kecamatan Jangkat.

SK hukum ini mengunci bahwa nama "Kopi Robusta Sumatera Merangin" hanya sah untuk kopi yang ditanam di 3 kecamatan: Jangkat, Lembah Masurai, dan Jangkat Timur.

Bisa cek pengumumannya di:

[Berita Resmi Antara Jambi](https://jambi.antaranews.com/berita/446558/kopi-robusta-merangin-kini-telah-kantongi-sertifikat-indikasi-geografis-dari-kemenkumham) atau di laman resmi [Geopark Merangin](http://geopark.meranginkab.go.id/id/berita/detail/kopi-robusta-sumatera-merangin).

Jejak Juara 1 Tingkat Nasional (SCAI)

Kopi dari perbukitan kita dikelola lewat Koperasi Cahaya Puncak Merangin (CPM) dan sukses merajai kompetisi kopi nasional:

Tahun 2018 (Bali):

Menang Juara 1 Nasional pada ajang Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI) Expo 2018 di Grand Inna Bali melalui pengolahan metode basah (Fine Robusta Full Wash).

Tahun 2019 (Bandung):

Kembali menyabet Juara 1 Nasional pada ajang 8th SCAI Micro Lots Indonesia Specialty Coffee Auction 2019 di Ibis Hotel Bandung pada 2 November 2019.

Kopinya diolah dengan metode madu (Honey Process) dan meraih skor rasa sangat tinggi yaitu 82.42 dari juri internasional (Q-Robusta Grader).

Sumber Referensi:

Jejak sejarah ini dicatat resmi oleh media nasional, salah satunya bisa dibaca di:

[Detikcom - Klaster Kopi Jangkat](https://news.detik.com/berita/d-5121989/dapat-bantuan-dari-bi-kini-kopi-merangin-siap-go-internasional)

Ensiklopedia bebas [Wikipedia Kopi Jangkat](https://id.wikipedia.org/wiki/Kopi_jangkat).

☕
☕ Berbagi Ke Facebook

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan memberi pendapat, kritik dan saran. Siapa tau buah pikirmu adalah solusi kita bersama.