Logo Kalamintoena

Kalamintoena

Catatan Kecil Petani Kopi Bukit Kabut Sedingin - Jambi

Siapkan diri..!! Rabu, Libur...!!!

Hari Rabu Hari Balai: Hari Liburnya Petani Kopi Bukit Sedingin

Suasana Pasar Balai Gedang

Suasana Pasar Balai di Dusun Gedang, hari Rabu

Jangan kira petani kopi itu ga ada liburnya.
Kalau kamu mikir gitu... kamu benar 😅

Karena emang, keadilan itu kadang baru kerasa pas kita jalanin sendiri.

PNS libur Sabtu-Minggu. Bisa ke kebun, bisa bertani. Menuai hasil dari yang dia tanam.
Lah petani? Libur hari Rabu, kalau maksa "ngantor" ya paling ke Dukcapil?.
Yang ada malah keluar duit bensin, bukan dapat duit 😂

Rabu = Hari Balai = Hari Libur

Bagi perantau petani kopi di wilayah 2 desa di kaki Bukit Sedingin: Kuto Baru & Desa Gedang, hari Rabu itu sakral.

Karena hari itu Hari Balai.
Balai = Pasar kaget mingguan di Dusun Gedang.
Tempat ketemu sanak saudara, jual hasil kebun, beli kebutuhan untuk seminggu.

Catatan: Di desa tetangga beda lagi. Ada Pasar Rantau Suli. Ada Pasar Tanjung Nuang. Tapi buat kami, Balai ya di dusun Gedang, hari Rabu.

⚠️ Warning Penting Buat Para Perantau / Upahan

Ini penting banget. Catat.

Pas musim panen besar:

  • Mei: Panen kawasan sekitar dusun
  • Juni: Panen kawasan Ataran Tengah
  • Agustus: Panen Bukit Sedingin

Banyak upahan/buruh panen yang datang. Nah, soal HOK ini...

Sering kejadian: Kerja sebulan penuh, giliran dihitung HOK di akhir... Hari Rabu nya ga dihitung. Alias tidak dibayar.

Alasannya: "Kan hari Balai, libur".

Makanya dari awal harus ada perjanjian. Kalau mau kerja hari Rabu, omongin dulu. Biar jelas.

Ini bukan menjelekkan ya, bukan juga semua cerita. Cuma "ingfo" dari pengalaman pribadi dan kawan-kawan.

Karena cerita baik, emang kalah nyebar dari cerita jelek.

Kesimpulan

Hari Rabu Hari Balai. Libur.

Sekalian istirahat. Sekalian silaturahmi dengan sanak saudara. Ga usah maksa ke kantor walau "Hari Rabu" Dukcapil buka.

Karena hidup petani kopi itu bukan cuma soal nyemprot, mutir, nyemang, servis dan karung kopi.
Tapi juga soal ketemu orang di Balai. Siapa tau ada info borongan.


Ditulis sambilan dari Pondok, bersama anak nungguin istri pulang dari Balai bawa martabak ☕

☕
☕ Berbagi Ke Facebook

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan memberi pendapat, kritik dan saran. Siapa tau buah pikirmu adalah solusi kita bersama.