Sejarah & Bahan Panel Surya: Dari Pasir Kuarsa Sampai Mono dan Polikristal
Sejarah & Bahan Panel Surya: Dari Pasir Kuarsa Sampai jadi Panel Surya Mono Kristal dan Polikristal.
Pas ngobrol santai bareng istri di teras pondok sambil ngopi dan ngemil rebusan pisang, lampu meredup.
Si ayang nyeletuk, "Coba kalau kita bisa bikin panel surya sendiri.."
Hampir saja semua pisang rebus di tanganku ketelan sekaligus.
Biar ga penasaran, ayo kita Kulik sedikit cerita penemuan panel surya yang sebenarnya bukan satu orang yang tiba-tiba menemukan, melainkan penemuan yang berkembang selama ratusan tahun.
Ini kisahnya secara sederhana dan seadanya.
🕰️ Kisah Penemuan Panel Surya
1. Awal Mula — Efek Fotoelektrik (Tahun 1839)
Penemuan pertama kali dilakukan oleh Alexandre Edmond Becquerel, seorang ilmuwan berusia 19 tahun dari Prancis.
Apa yang dia temukan?
Saat melakukan percobaan dengan elektroda di dalam larutan kimia dan disinari matahari, dia melihat arus listrik muncul!
Dia belum paham sepenuhnya, tapi dia yang pertama kali menemukan bahwa cahaya bisa berubah jadi listrik.
Ini adalah biji dari semua panel surya yang ada sekarang!
2. Penemuan Silikon Sebagai Bahan (Tahun 1941)
Ilmuwan mulai menyadari bahwa silikon bahan dari pasir kuarsa, memiliki sifat yang istimewa.
Russell Ohl menemukan bahwa silikon tertentu bisa menghasilkan listrik saat disinari cahaya.
Dia sebenarnya sedang bekerja di laboratorium Bell Telephone Laboratories di Amerika.
3. Panel Surya PERTAMA di Dunia! (Tahun 1954)
Ini momen paling penting. Dua ilmuwan bernama Calvin Fuller dan Gerald Pearson, bersama dengan Daryl Chapinyang ke semuanya dari Bell Labs,berhasil membuat sel surya silikon pertama yang benar-benar berfungsi. Efisiensinya sekitar 6% (sangat rendah dibanding sekarang, tapi itu revolusi)
Saat itu orang terkejut: "Cahaya matahari bisa langsung jadi listrik, tanpa bagian yang bergerak sama sekali!"
Awalnya dipakai untuk satelit luar angkasa karena tidak ada listrik di luar angkasa, panel surya menjadi solusi sempurna.
4. Berkembang Sampai Sekarang
Tahun 1960–1970, Panel surya dipakai di luar angkasa,
Tahun 1980-an, Mulai dipakai di Bumi untuk rumah, lampu jalan, dll.
Sekarang, Efisiensi sudah mencapai 20–26%, harganya jauh lebih murah, dan dipakai di seluruh dunia.
Siapa Sebenarnya yang Menemukan panel Surya?
- 1839 Alexandre Edmond Becquerel, menemukan cahaya bisa jadi listrik.
- 1941 Russell Ohl, menemukan silikon cocok untuk menjadi bahan utama Panel Surya.
- 1954 Fuller, Pearson, dan Chapin Membuat panel surya pertama yang berfungsi.
Jadi bukan satu orang saja tapi hasil kerja keras banyak ilmuwan selama lebih dari 100 tahun! 🤝
🧱 Bahan Utama Penyusun Panel Surya
1. Silikon — Inti Pembangkit Listrik
Ini bahan paling penting, tempat sinar matahari diubah jadi listrik.
Diambil dari pasir kuarsa, lalu diproses sampai kemurniannya 99%.
Ada 2 jenis utama,
- Silikon monokristal memiliki efisiensi lebih tinggi, tapi harga lebih mahal.
- Silikon polikristal, lebih terjangkau, efisiensi sedikit lebih rendah
2. Kaca Tempered, Pelindung Depan
Kaca tebal dan kuat di bagian depan, melindungi sel silikon dari hujan, debu, batu, dan cuaca ekstrem.Tetap bening dan meneruskan cahaya dengan baik.Dilapisi lapisan anti pantul supaya cahaya maksimal masuk
3. EVA (Ethylene-Vinyl Acetate)
Lem Perekat dan Penyangga - Lapisan plastik bening yang membungkus sel silikon di kedua sisi.
Fungsinya: merekatkan, meredam getaran, dan mencegah masuknya air/lembap.
4. Backsheet (Lapisan Belakang)
Lapisan pelindung di bagian belakang, tahan air dan tahan panas.
Biasanya dari bahan polimer seperti Tedlar atau plastik khusus. Memberi isolasi listrik dan melindungi dari kelembapan.
5. Aluminium — Bingkai / Rangka
Membuat panel kokoh dan tahan benturan, ringan, tidak berkarat, dan tahan cuaca panas/hujan.
6. Logam Lainnya
Penghantar Listrik - Perak dan Tembaga: sebagai jalur penghantar listrik antar sel - Kotak sambungan (Junction Box), tempat keluar-masuk kabel listrik
🪨 Asal Mula Pasir Kuarsa
Pasir kuarsa ditambang dari endapan alami yang berasal dari pelapukan batuan induk seperti: Batu Granit, Batuan Kuarsit, Batuan beku, metamorf lain yang kaya mineral kuarsa.
Proses Terbentuknya Pasir Kuarsa:
1. Pelapukan → Batuan besar di atas perlahan hancur karena panas, hujan, angin, dan perubahan suhu selama ribuan–jutaan tahun
2. Terbawa → Butiran-butiran kecil itu dibawa air sungai, hanyut, lalu terendapkan di tempat baru
3. Ditambang → Menggali endapan pasir Kuarsa dari:
- 🏖️ Pantai dan pesisir
- 🌊 Dasar dan tepi sungai
- 🛶 Danau dan rawa
⛰️ Tambang darat / endapan aluvial
Jadi Singkatnya:
Batu granit atau batuan batuan kuarsa lainnya ➡️ hancur alami ➡️ jadi butiran pasir ➡️ terkumpul di sungai/pantai ➡️ ditambang ➡️ dilebur dengan suhu 1.800°C ➡️ di cetak jadi batangan Kuarsa ➡️ di iris tipis seperti Wafer ➡️ di rakit jadi Panel Surya.
Nah, bagaimana, sudah ga penasaran lagi kan..?
Bersyukurlah kalau sekarang kita di kebun sudah bisa pakai langsung walau agak mahal.
Jadi Panel Surya type apa yang kamu gunakan sekarang di pondok. Mono kristal, apa yang poli kristal..?
Ciri umum, yang mono itu Kuarsa nya hitam. Kalau poly, Kuarsa nya agak kebiruan.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan memberi pendapat, kritik dan saran. Siapa tau buah pikirmu adalah solusi kita bersama.